Kamis, 30 Juli 2009

Manfaat Balt Salt (Garam Mandi)

MANDI bagi kebanyakan orang, terutama di Indonesia, adalah mengguyur badan dengan air serta menggunakan sabun mandi dan sampo sebagai bahan bantu untuk membersihkan kotoran dan mengharumkan tubuh serta rambut. Selain itu, mandi juga merupakan kebiasaan yang dilakukan satu atau dua kali setiap hari, sebagai kegiatan yang bertujuan untuk membersihkan tubuh dari keringat dan bau yang menempel dari aktivitas sehari-hari.
Di AS dan Jepang, mandi dilakukan secara berendam dalam bak perendaman (bath-tub) atau mandi dengan pancuran (shower). Saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan terutama di bidang kesehatan dan kedokteran, serta ditunjang oleh meningkatnya pendidikan dan kesadaran akan pentingnya kesehatan, manusia terdorong untuk menciptakan bentuk mandi yang lain.
Di Indonesia, saat ini sudah banyak salon kecantikan dan tempat pemandian (seperti spa) yang menawarkan ritual mandi. Tujuan mandi pun telah bergeser bukan hanya untuk membersihkan badan, tetapi juga untuk merawat kecantikan, menyembuhkan penyakit, dan kebugaran tubuh. Salah satu bahan kimia atau kosmetik yang digunakan dalam ritual mandi tersebut adalah garam mandi atau dikenal dengan bath salts. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak zaman dulu, yaitu orang berendam di sumber air panas yang banyak mengandung unsur garam (natrium klorida) dan be-lerang (sulfur).
Di area Great Salt Lake Amerika, sejak tahun 1900, orang sudah melakukan ritual mandi dengan mendirikan sekira 100 buah tempat mandi dan terkenal dengan nama Salt Air. Sementara itu, orang Indonesia sepulang dari bepergian jauh dan dalam menghilangkan kepenatan, punya kebiasaan mencampurkan sedikit garam dalam air panas untuk mandi. Hal itu dimaksudkan untuk menghilangkan kepenatan tersebut dan tubuh menjadi segar kembali.
Dalam buku Cosmeticology, garam mandi didefinisikan sebagai bahan aditif untuk keperluan mandi yang terdiri dari campuran beberapa bahan kimia anorganik yang mudah larut yang diberi bahan pewangi (essentials oil), pewarna, dan mungkin juga senyawa enzim.
Garam mandi ini dirancang untuk menimbulkan keharuman, pewarna, kebugaran, kesehatan, dan juga menurunkan kesadahan air. Berdasarkan definisi di atas, jenis garam mandi dapat dibagi berdasarkan komposisi bahannya yaitu garam mandi yang hanya me-ngandung garam-garam anorganik, mengandung garam anorganik plus essentials oils, essentials oil dan pewarna, essentials oil, pewarna, dan enzim.
Komponen utama garam mandi adalah garam-garam anorganik seperti natrium karbonat deka/mono hidrat (Na2CO3, H2O/10 H2O), natrium seskuikarbonat (Na2CO3.NaHCO3.2 H2O), natrium klorida (NaCl), natrium ke-ksametafosfat, asam tartrat, dan asam sitrat. Sumber garam anorganik terdiri dari bahan natural yang berasal dari laut, salah satunya bersumber dari laut mati yang banyak mengandung sumber garam.
Keuntungan garam mandi yang bersumber dari laut mati kaya akan unsur renik yaitu kalsium (Ca), kalium (K), magnesium (Mg), besi (Fe), mangan (Mn), tembaga (Cu), dan seng (Zn). Natrium seskuikarbonat (Na2CO3.NaHCO3. 2 H2O) merupakan campuran garam anorganik yang banyak digunakan dalam pembuatan garam mandi.
Dipilihnya garam-garam karbo-nat, karena sifat fisika dan kimia garam tersebut sangat menguntungkan yaitu ukuran kristal relatif serbasama, stabil, mudah mengalir, dan tidak membentuk kerak. Selain itu, pembuatannya sangat menguntungkan ditandai oleh sifatnya yang mudah, cepat, dan larut sempurna di dalam air, mudah dicampur dengan zat warna dan pewangi, sangat baik untuk menurunkan kesadahan, serta memiliki pH sekira 9,8 pada konsentrasi satu persen b/v. (sumber: pikiran rakyat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar